Pariaman – Komisi Pemilihan Umum Kota Pariaman Gelar Rapat Penataan Daerah Pemilih (Dapil) dan Simulasi Perhitungan Alokasi Kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pariaman untuk Pemilu tahun 2019 bersama Partai Politik se Kota Pariaman pada jumat (10/11) di Aula Joyo Makmur Pariaman.

Dalam agenda kegiatan rapat ini juga dihadiri oleh Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pariaman.

Dalam diskusi terkait penataan Dapil dan Simulasi Perhitungan alokasi Kursi DPRD Kota Pariaman tahun 2019 ini sebanyak 10 Partai dari 12 Partai Politik yang ada mengusulkan untuk penambahan satu daerah pilih sesuai dengan kecamatan yang ada di Kota Pariaman sebanyak empat daerah Pemilihan.

10 partai politik yang mengusulkan penambahan satu dapil yang sebelumnya terdapat tiga dapil di Kota Pariaman tersebut yakni Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Golkar, PBB, PAN, Partai Demokrat, Partai Perindro, Partai Hanura, Partai Berkarya dan PKB.

Sementara itu, dua partai politik lainnya, yaitu PKS, PPP tetap mengusulkan daerah pemilihan tiga daerah pemilihan dengan pertimbangan penambahan daerah pemilihan terbentur belum cukupnya jumlah kursi sebanyak 12 pada daerah pemilihan Kota Pariaman II, yaitu Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan.

 

Sementara itu, Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, mengatakan terkait penaatan ulang daerah pemilihan pada pemilu 2019  pihaknya telah mengundang seluruh parpol calon peserta pemilu legislatif 2019 pada rapat simulasi penghitungan kursi dan penataan dapil pemilu 2019.
Usulan parpol tentang opsi penambahan dapil atau tidak yang dilengkapi dengan argumen kelebihan dan kekurangannya akan disampaikan ke KPU RI pada rapat koordinasi di Palembang bulan depan.
“KPU Kota Pariaman akan memfasilitasi usulan-usulan partai politik terkait penataan daerah pemilihan pemilu 2019, sedangkan keputusan ada di KPU Pusat,” ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah penduduk di Kota Pariaman mempengaruhi jumlah kursi di DPRD Kota Pariaman. Jika hingga Desember 2017 pada data DAK kependudukan yang diserahkan Kemendagri RI kepada KPU jumlah penduduk melebihi 100 ribu, maka jumlah kursi akan bertambah menjadi 25 kursi.
“Jika penambahan penduduk tidak melebihi 100 ribu lebih, tentu jumlah kursi bertambah, namun yang terpenting, usulan dari kawan-kawan partai politik terkait penataan dapil akan kita sampaikan ke KPU RI,” katanya.
Ia berkata, penambahan daerah pemilihan berdasarkan kecamatan yang ada di Pariaman, akan memperkuat legitimasi anggota dewan di DPRD kota Pariaman yang mewakili kecamatannya masing-masing.

 

KPU Kota Pariaman