Revolt Institute :

Dibanyak evaluasi terkait penyelengaraan Pemilihan Umum (Pemilu) masalah yang selalu menjadi perhatian adalah partisipasi politik. Dalam perhelatan Pemilu, partisipasi politik dimaknai sebagai aktivitas masyarakat mendatangi bilik-bilik suara atau kalau memakai istilah kepemiluannya disebut juga dengan voting. Ukuran partisipasi politik kemudian diberi bobot berdasarkan seberapa tinggi tingkat kedatangan masyarakat ke bilik-bilik suara tersebut. Maka mendatangkan dan atau memberi kesadaran untuk datang bagi warga ke bilik suara menjadi agenda penting dalam perhelatan demokrasi. Selanjutnya, siapa yang bertangung jawab untuk mendatangkan dan atau memberi kesadaran kepada pemilih untuk berpertisipasi. Jawabnya adalah semua pihak, yakni menjadi tanggung jawab penyelengara Pemilu, peserta Pemilu dan kalangan civil society. Bagi penyelengara kedatangan pemilih penting, sebagai tolak ukur kesuksesan menyelengarakan Pemilu. Bagi peserta Pemilu, kedatangan pemilih penting untuk memberi legitimasi kekuasaan. Sedangkan bagi kalangan civil society, kedatangan pemilih penting untuk memastikan rasionalitas pemilih. 

Namun belakangan tingkat partisipasi politik masyarakat dalam artian mendatangi bilik suara terus mengalami penurunan (Arend Lijphart, 1998; Wattenberg 1998). Gejala tersebut jamak terjadi disemua negara, mulai dari yang bertitel transisi ke demokrasi sampai yang negara yang bertitel demokrasi. Di Indonesia, mencermati catatan partisipasi dalam Pemilu, mulai dari Pemilu 1999 sampai Pemilu 2014 tingkat partisipasi pemilih rata-rata mengalami penurunan sebesar 10%. Hal yang sama juga ditemui pada Pemilu eksektif. Membaca catatan partisipasi pemilih pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maka tingkat partisipasi rata-rata mengalami penurunan sebesar 3%.

 

Arnaldi Putra,ST.,M.Si

(Devisi Teknis KPU Kota Pariaman)

Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pariaman tahun 2018 terhitung 209 hari lagi akan digelar. Nantinya, akan terpilih pemimpin baru Kota Tabuik ini secara demokrasi untuk yang ketiga kalinya, hal ini dikarenakan Walikota Pariaman saat ini Bapak H.Mukhlis Rahman,MM sudah menjabat dua kali periode memimpin Kota Pariaman dengan baik. KPU Kota Pariaman menghadapi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 ini sangat optimis untuk menggelar Pilkada yang sukses dengan semangat badunsanak. Suksesnya sebuah Pemilihan dilaksanakan bukan saja dilihat dari hasil pemilihan, namun juga dilihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat yang sadar akan tahapan pemilihan umum yang diselenggarakan oleh KPU.

Optimisme KPU Kota Pariaman kali ini bukan saja optimisme tanpa perjuangan belaka, KPU Kota Pariaman menjelang Pilkada sudah menjalankan beberapa program sosialisasi intensif yang tepat sasaran. Program-program sosialisasi tepat sasaran yang dilaksanakan KPU Kota Pariaman sesuai dengan kelompok pemilih yang ada saat ini. Di kelompok pemilih Pemula, KPU Kota Pariaman sudah melakukan sosialisasi dan sekaligus mengenalkan pemilihan  umum ke tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederat di tingkat Kota Pariaman. Bentuk kegiatan lainya ditingkat SLTA yang dilakukan KPU yakni melalui mengfasilitasi pemilihan Ketua Osis ditingkat SLTA di Kota Pariaman yang secara tidak langsung sudah memberikan simulasi Pilkada kepada siswa di Kota Pariaman.

Selanjutnya KPU Kota Pariaman yang dikenal dengan Kota Wisata Islami ini tidak terlepas dari peranannya Tuangku atau Buya. Melakukan kerjasama dengan Kementrian Agama Kota Pariaman juga menjadi salah satu agenda KPU Kota Pariaman kedepannya untuk mensosialisasikan Pilkada tahun 2018. Peranan pemerintah Kota Pariaman yang selalu mendukung KPU ini juga diwujudkan dengan kerjasama KPU bersama Dinas  Komunikasi dan Informatika dalam penyebaran informasi dan tahapan-tahapan Pilkada yang tengah berlangsung kepada khalayak banyak.

Pada tahun ini KPU Kota Pariaman selain melakukan pemanfataan media cetak dan media elektronik dengan sebaik-baiknya, KPU juga mensasar pemilih dari kelompok marginal yang memang sangat minim mendapatkan informasi dan pendidikan politik. Selain itu, kelompok disabilitas juga menjadi sasaran sosialisasi intensif tepat sasaran yang akan dilaksanakan KPU Pariaman secara khusus nantinya.

Mengoptimalkan petugas penyelenggara pemilihan ditingkat desa dan tingkat kecamatan untuk menjadi agen sosialisasi juga menjadi salah satu tujuan KPU Kota Pariaman. Panitia penyelenggara atau adhoc yang telah terpilih ini menjadi perpanjangan tangan KPU Pariaman juga dalam memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat terkait pemilihan umum.

Selanjutnya tugas melakukan sosialisasi dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat ini juga menjadi tugas Partai Politik dan team pemenangan selaku peserta Pilkada. Diharapkan kesadaran masyarakat terhadap Pemilu hadir bukan saja pada hari pemilihan , namun masyarakat sadar dimulai dari tahapan-tahapan penyelenggaran Pemilihan yang tengah berlangsung nantinya.

KPU Kota Pariaman pastinya optimis dengan meningkatnya partisipasi pemilih menjadi 80% di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman tahun 2018.