Pariaman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman gelar apel akbar gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) serentak pada hari sabtu (20/01) di empat Kantor Kecamatan se Kota Pariaman.

 

Di Kecamatan Pariaman Utara apel akbar dipimpin langsung oleh Nova Indra,ST selaku Divisi Perencanaan dan Data KPU Provinsi Sumatera Barat, sementara itu di Kecamatan Pariaman tengah apel akbar di pimpin oleh Indra Jaya,ST selaku Divisi Logistik dan BURT KPU Kota Pariaman, di Kecamatan Pariaman Selatan apel akbar di pimpin oleh Arnaldi Putra,ST,M.Si yang merupakan Divisi Teknis KPU Kota Pariaman dan Kecamatan Pariaman Timur apel di pimpin oleh Asiyah,SE,M.AP selaku Divisi Hukum KPU Kota Pariaman.

Boedi Satria,SE selaku Ketua KPU Kota Pariaman menyampaikan bahwa  KPU Kota Pariaman menargetkan 6000-an dari 62.130 data pemilih selesai dicoklit pada hari pertama gerakan coklit serentak ini.

Beodi menjelaskan bahwa target ini sesuai dengan kewajiban anggota KPU, PPK, PPS hingga jajaran PPDP pada gerakan coklit serentak 2018. Jajaran KPU berkewajiban mencoklit minimal di 5 rumah yang ada dilingkungan masing-masing, dengan asumsi satu rumah yang dicoklit dihuni oleh 3 orang pemilih.

Coklit serentak sendiri merupakan pencocokan dan penelitian data pemilih yang terdapat pada form A.KWK yang merupakan sinkronisasi data DP4 dan DPT Pilgub Sumatera Barat di kota Pariaman 2015, data tersebut dicocokan dengan keberadaan pemilih.

“Bagi pemilih yang terdapat pada data tersebut telah meninggal atau pindah, PPDP akan mencoret. Sedangkan pemilih baru yang sudah memiliki KTP atau telah melakukan perekaman, namun belum ada namanya pada form A.KWK, kita akan tambahkan,” tutur Boedi

Apel akbar yang di Gelar KPU Kota Pariaman di empat Kecamatan ini diikuti oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Lapangan (PPL), Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan Panwaslu Kota Pariaman.

Sementara itu, Nova Indra,ST selaku Divisi Perencanaan dan Data KPU Provinsi Sumbar dalam membuka apel pagi di Kecamatan Pariaman Utara mengingatkan agar petugas benar-benar mengunjungi rumah pemilih yang terdapat dalam data pemilih pada formulir A.KWK, tidak mengira ataupun menerka.

Ia mengatakan,  gerakan coklit serentak adalah upaya jajaran KPU menvalidkan data pemilih. Data pemilih yang tidak akurat, acapkali dianggap menjadi biang kerok terhadap permasalahan pilkada, termasuk rendahnya partisipasi pemilih dan berlebihnya logisitik KPU.

“pada kegiatan mencoklit, selain melakukan pendataan kepada pemilih petugas di harapkan dapat sekaligus melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait Pilkada serentak guna meningkatkan partisipasi pemilih” jelas Nova.

 

Gerakan coklit serentak di wilayah Kota Pariaman juga di hadiri oleh Vifner selaku Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumbar.

Pada kegiatan Gerakan Coklit Serentak ini KPU RI mendapatkan Piagam Penghargaan dari Musem Rekor-Dunia Indonesia (Muri) atas rekor Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak dan Terbanyak.

 

Selanjutnya Gerakan Coklit Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 ini akan berlangsung hingga tanggal 18 Februari 2018 mendatang.

 

KPU Kota Pariaman