PARIAMAN – Dimulai pada tanggal 15 Juli 2020 s/d 13 Agustus 2020 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitian (Coklit).

Coklit ini dilakukan di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada), termasuk di wilayah Provinisi Sumatera Barat.

Ketua KPU Kota Pariaman, Aisyah mengatakan dalam kegiatan Coklit ini akan melibatkan 178 petugas PPDP yang tersebar di 71 Desa/Kelurahan yang ada di kota pariaman.

Pada hari ini secara simbolis akan dilakukan Coklit serentak yang sasaran utamanya ada para pejabat dan tokoh masyarakat disetiap wilayah di mana petugas PPDP itu berada. “terang Aisyah

Selain itu Dicky Fernando selaku Divisi Prodatin menjelaskan tahapan Coklit sangat penting bagi masyarakat Pariaman, karena melalui kegiatan ini untuk mengetahui data pemilih yang akan memberikan hak suaranya pada Pilkada 9 Desember 2020. “Seluruh komisioner KPU Kota Pariaman, baik ketua dan anggota, PPK serta PPS akan secara serentak ikut bersama PPDP melaksanakan coklit di rumah tokoh-tokoh masyarakat yang terdaftar di dokumen A-KWK yang dimulai pada pukul 08.300 wib, Oleh karena itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk proaktif dan menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya kepada petugas PPDP agar data yang di-entry valid”.

Saat Coklit, warga cukup memperlihatkan KTP atau KK. Setelah itu petugas memasang stiker sebagai bukti jika rumah tersebut sudah dilakukan pendataan.

gerakan yang dicanangkan secara nasional ini sebagai bagian dari upaya KPU untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020 serta memastikan bahwa semua penduduk di daerah pemilihan yang telah memenuhi syarat untuk memilih terdata dan dapat memilih di hari H.

“Proses coklit tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Seluruh PPDP yang bertugas dipastikan telah non reaktif Covid-19 karena telah di-rapid test serta akan menggunakan alat pelindung,” ujar Dicky.