Pariaman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman tetapkan hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman Tahun 2018 di Aula Hotel Nan Tongga Pariaman pada rabu (04/07) dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman.

 

Rapat pleno terbuka ini dihadiri oleh Anggota KPU Provinsi Sumatra Barat, Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Walikota Pariaman yang diwakili Asisten 1, Ketua DPRD Kota Pariaman, Kapolres Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, Kejaksaan Negeri Pariaman, Panwaslu Kota Pariaman dan saksi dari masing-masing pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman.

 

Boedi Satria,SE selaku Ketua KPU Kota Pariaman menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh stakeholder terkait dalam mensukseskan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman dalam setiap tahapan yang telah dilalui.

Ia juga menyampaikan bahwa pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 3 Genius Umar dan Mardison Mahyuddin unggul dari pasangan calon nomor urut 1 Mahyuddin dengan Muhamad Ridwan dan dari pasangan calon nomor urut 2 Dewi Fitri Deswati dengan Pabrisal.

“Pasangan nomor urut 1 meraih suara sebanyak 18.211 suara , pasangan nomor urut 2 sebanyak 1.703 suara dan pasangan nomor urut 3 meraih sebanyak 24.021 suara dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman yang digelar pada tanggal 27 Juni 2018” jelas Boedi.

Untuk penetapan calon yang terpilih KPU Kota Pariaman menunggu tanggapan dari pasangan calon nomor urut 1 dan 2 selama tiga hari kerja setelah penetapan hari ini dilaksanakan yakni hingga hari senin mendatang gugatan dan laporan harus sudah diterima di Mahkamah Konstitusi.

Untuk pemilih pada Pilkada Kota Pariaman tahun 2018 sebanyak 44.377 pemilih  atau sebanding dengan 74.9 persen yang menggunakan hak suaranya dan ini berarti pemilih pada Pilkada Kota Pariaman tahun 2018 ini memiliki peningkatan dari pemilihan pada tahun 2013 yang mana partisipasi pemilih hanya 68 persen.

Boedi juga menambahkan bahwa peningkatan partisipasi pemilih pada Pilkada tahun ini disebabkan karena kaakuratan data pada tahun 2018 dan sosialisasi yang dilaksanakan KPU yang menyebabkan partisipasi masyarakat lebih baik dari tahun sebelumnya.

 

KPU Kota Pariaman